Oleh: meitarochdiana | Februari 9, 2010

Bandung-Surabaya-Malang-Blitar-Madura-Surabaya-Bandung

Akhirnya saya sampai juga di Surabaya, kota besar yang tak asing lagi bagi saya. Turun dari KA. Turangga di Stasiun Gubeng dengan udara yang panas membuat saya selalu merasa tak nyaman, meskipun telah berkali-kali saya kunjungi kota ini. Udara yang cenderung dingin (bukan sejuk) di Bandung sudah menjadi santapan saya sehari-hari.

Sore harinya saya langsung ke Malang bersama keluarga untuk mengunjungi mertua. Setahu saya, di Malang yang berhawa sejuk adalah di Batu. Tapi di daerah mertua saya, hawanya sedang saja, tidak dingin apalagi panas. Saya agak lupa pastinya di mana, yang jelas dekat sekali dengan danau buatan yang dibuat untuk bendungan. Ada yang tahu namanya> Menyenangkan sekali duduk-duduk di sekitar danau yang luas itu. Daerah itu dijadikan tempat wisata, tapi tidak terlalu banyak orang yang sengaja melakukan kunjungan ke sana.

Esoknya, kami berangkat ke Blitar dengan tujuan mengunjungi makam Presiden RI yang pertama. Lagi-lagi saya menemukan suasana kota kecil yang membuat adem. Pertama saya sampai di sebuah lokasi. Saya kira itu adalah makam Bung Karno. Ternyata, tempat itu adalah sebuah museum kecil. Banyak aksesoris yang dijual di sana sekadar untuk oleh-oleh. Satu hal yang paling khas adalah terdapatnya gong perdamaian antar agama, ukurannya raksasa.

Dari situlah kami menaiki becak menuju ke Bung Karno Center. Museum dan perpustakaan megah ini dibuka oleh Mantan Presiden Megawati. Di sanalah makan Bung Karno berada. Para pengunjung melantunkan ayat-ayat Al-Qur’an di sampingnya. Saya sendiri tidak, hanya menikmati suasana saja. Angin sepoi-sepoi membuat saya mengantuk. Kalau saja tempat itu sepi, mungkin saya sudah tertidur.

Setelah kembali dari Bung Karno Center, kami mengunjungi rumah keluarga Bung Karno masih di Kota Blitar. Rumah kuno itu penuh oleh foto-foto, alat rumah tangga, tempat tidur, lemari, meja, bahkan mesin tik yang dipakai Bung Karno semasa hidup. Ada beberapa pengurus yang sedang menyajikan makanan daerah. Setelah saya tanya untuk siapa makanan itu, mereka menjawab bahwa makanan itu untuk keluarga Guntur Soekarnoputra yang akan datang dari Jakarta. Rumahnya adem sekali, khas rumah peninggalan jaman dulu. Kami berfoto di sana. Di luar rumah itu, penjual oleh-oleh berjajar menawarkan barang dagangannya. Saya sendiri membeli beberapa buah T-shirt untuk saya bawa ke Bandung.

Dari sana kami pulang melalui Porong-Sidoarjo. Kami melewati lokasi yang pernah ramai sekali dibicarakan orang, yaitu meluapnya lumpur panas Lapindo. Jalan tol di sekitarnya dikelilingi benteng setinggi rumah untuk mencegah lumpur masuk ke jalan dan meluas ke daerah lainnya. Ada juga beberapa rumah yang membelakangi benteng itu. Sayang sekali, waktu sudah gelap. Jadi tidak begitu jelas terlihat.

Keluar dari tol Sidoarjo-Surabaya, kami langsung menuju Madura. Huh! Perjalanan yang melelahkan, terutama untuk anak-anak saya. Akhirnya saya melalui jembatan Suramadu yang fenomenal itu. Saya teringat ketika saya ke Osaka. Bedanya, di Osaka yang berada di atas laut bukanlah jembatan untuk kendaraan, melainkan jembatan kereta api menuju Kansai International Airport. Jembatan Suramadu sendiri sudah selesai dibangun, hanya saja sisa-sisa pembangunan dan tanah bekas pengerukan belum selesai ditata. Jadi di sekitarnya masih belum rapi. Teringat pertama kali ke Madura menumpang kapal tongkang membuat saya jenuh untuk berlama-lama di atasnya. Karena ke Madura bukan untuk kali pertama, maka saya menganggap tidak ada yang istimewa selain jembatan Suramadu.

Esoknya saya kembali ke Surabaya. Saya mulai menyukai kota ini karena rapi dan tertata. Ya, di dalam hati Bandung adalah kota yang paling saya cintai, meski semrawut dan semakin acak-acakan. Dan Surabaya adalah kota yang selalu saya kunjungi setiap tahun, mau tidak mau saya harus menyukainya, meski panas dan membuat gerah.


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.