Judi online yang kerap dilakukan orang dewasa akhir-akhir ini marak dilakukan anak-anak usia SD. Mereka melakukannya setelah pulang sekolah atau setelah belajar di rumah. Biasanya mereka berjudi online di warnet agar tidak diketahui orang tua. Uang yang mereka habiskan bisa sampai Rp20 ribu sehari yang terbagi ke dalam beberapa paket. Uang itu mereka ambil dari uang jajan, bahkan “hasil” mereka berbohong kepada orang tua.
Game yang mereka lakukan berbeda dengan game yang dilakukan orang dewasa. Anak-anak memilih game online gratis. Mereka menang dengan cara mengumpulkan poin dan perangkat perang. Perangkat perang dan poin inilah yang diuangkan. Mereka akan menjual poin dan senjata perang yang dimilikinya kepada teman-temannya yang kalah. Jumlahnya bisa mencapai Rp500 ribu. Dengan 1 juta poin, mereka jual dengan harga murah, yaitu Rp10 ribu. Pedang harganya Rp10 ribu. Semakin rutin mereka bermain, semakin banyak poin mereka kumpulkan.
Judi online banyak macamnya. Mulai dari permainan gratis sampai yang mengharuskan pembayaran deposit untuk menjadi anggota atau membeli saja. Jenis permainannya pun bermacam-macam, ada jenis olah raga, peperangan, hingga permainan iseng. Namun, semuanya menyertakan transaksi.
Setiap anak berusaha untuk dapat mengumpulkan poin dan senjata yang banyak. Bila mereka memiliki senjata banyak, bisa dijual kepada pemain lain atau pembeli. Ada senjata yang bisa dibeli pakai poin, tetapi ada yang tidak bisa dibeli dengan cara itu melainkan harus dibeli tunai dengan uang benaran. Harganya bervariasi mulai dari Rp10 ribu hingga Rp100 ribu.
Mengapa anak-anak cenderung mencari jati diri di luar rumah ketimbang di rumah sendiri? Dan mengapa mereka lebih suka bermain judi? Ada banyak faktor yang membuat anak-anak mencari lingkungan di luar rumah untuk menemukan jati dirinya. Di zaman sekarang ini, permasalahan yang paling besar adalah kedua orang tua bekerja. Para orang tua pekerja kebanyakan sangat sedikit bahkan hampir tidak punya waktu berkomunikasi dengan anak-anaknya. Padahal, anak-anak membutuhkan perhatian dan pengakuan, bukan sekedar diberi uang saja.
Pengaruh teman-temannya juga sangat menentukan anak-anak ingin berjudi secara online. Mungkin di sekolah teman-temannya bercerita tentang game online, sehingga seorang anak akan berusaha untuk ikut bermain game. Sebab, kalau ia tidak bisa bermain game online, mereka akan dikucilkan teman-temannya.
Orang tua harus meluangkan waktunya untuk berbicara dengan anak, apa saja yang ingin dibicarakan. Awasi apa yang dilakukan anak-anak sepanjang hari. Minimal tahu aktivitas apa yang rutin mereka lakukan dan pahami apakah itu berbahaya atau tidak.
Orang tua masa kini juga harus mengikuti perkembangan teknologi. Usahakan jangan gagap teknologi sama sekali. Dengan menguasai teknologi, bisa memberikan pengawasan dan arahan yang tepat ketika anak memanfaatkan kemajuan teknologi itu. Melarang adalah hal yang sia-sia karena sekarang memang jaman teknologi. Hanya, arahkan agar dia bisa mengambil sisi positif dari kemajuan teknologi itu sebagaimana mestinya.
memang harus didukung juga dengan kelengkapan “hiburan” di rumah, jadi udah puas duluan di rumah sebelum mencoba yang aneh2 di luar. gitu mungkin ya.
Oleh: adampisan on Maret 29, 2010
at 10:01 am